Memperbesar Ukuran Disk Virtual di Proxmox

December 29th, 2015 by didik No comments »

Efisiensi penggunaan disk akan dilakukan terhadap sebuah mesin virtual (VM). VM tersebut menjalankan layanan email menggunakan vPostmaster. VM menggunakan 2 disk (ide0, ide1) yang masing-masing berukuran 559GB dan 1.3TB dengan utilitas 8% dan 60%. Diinginkan disk ide1 di-merge ke disk ide0, sehingga hanya 1 disk virtual saja yang dibutuhkan. Perhitungan kasar menghasilkan 900GB ruang disk yang bisa dihemat.

Disk ide0 terbagi atas 3 partisi. Ukuran disk tercatat 600GB (559 x 1024 x 1024 x 1024).

$ fdisk -l /dev/sda
Disk /dev/sda: 600.0 GB, 599965827072 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 72941 cylinders, total 1171808256 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
...
   Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sda1   *        2048      499711      248832   83  Linux
/dev/sda2          501758  1171806207   585652225    5  Extended
/dev/sda5          501760  1171806207   585652224   8e  Linux LVM

Partisi /dev/sda5 merupakan partisi LVM dan mempunyai 2 LV (logical volume) yang salah satunya digunakan sebagai root /.

$ pvscan
  PV /dev/sda5   VG mail-staf   lvm2 [558.52 GiB / 0    free]
  Total: 1 [558.52 GiB] / in use: 1 [558.52 GiB] / in no VG: 0 [0   ]
$ lvscan
  ACTIVE            '/dev/mail-staf/root' [549.34 GiB] inherit
  ACTIVE            '/dev/mail-staf/swap_1' [9.18 GiB] inherit

Disk ide1 di-mounting sebagai /var/spool/vpostmaster/ untuk menampung file-file email dari semua akun yang terdaftar. Utilitas kedua disk adalah sebagai berikut:

$ df -h
Filesystem                   Size  Used Avail Use% Mounted on
/dev/mail-staf/root          541G   38G  476G   8% /
..
/dev/sdb                     1.3T  719G  489G  60% /var/spool/vpostmaster

Untuk menggabungkan kedua disk (memindahkan /var/spool/vpostmaster) ke LV /dev/mail-staf/root, maka diperlukan setidaknya 800GB disk bebas di LV tersebut. Jadi, LV root tersebut harus ditambah besarnya.

Disk ide0 (/dev/sda) akan ditambah 372GB, sehingga besar totalnya adalah 931GB atau sekitar 1000GB. Penambahan besar disk tersebut cukup untuk LV root menampung file-file dari direktori /var/spool/vpostmaster (disk ide1), yaitu 476G (free disk /) + 372GB = 848G.

Langkah-langkahnya secara garis besar sebagai berikut:

  1. Memperbesar disk virtual dari Proxmox
  2. Memperbesar partisi disk /dev/sda5
  3. Memperbesar PV (physical volume) dan LV (logical volume)
  4. Memberbesar filesystem root /
  5. Menyalin file dari ide1 ke LV root

» Read more: Memperbesar Ukuran Disk Virtual di Proxmox

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Proxmox: Menyetel Waktu Tunggu Menjalankan Semua VM Otomatis

December 24th, 2015 by didik No comments »

Kendala yang sering ditemui di server kluster PVE (Proxmox Virtual Environment) adalah padamnya listrik. Padamnya listrik menyebabkan seluruh node di kluster mati berikut mesin-mesin virtual (VM) dan layanan yang berjalan di atasnya. Saat listrik menyala kembali, PVE akan menjalankan VM-VM yang diset “Start at Boot” secara otomatis. Namun, seringkali tugas ini gagal dengan pesan “Error: cluster not ready – no quorum?“.

Pesan tersebut muncul karena salah satu atau beberapa node belum siap, sehingga quorum tidak terpenuhi. Ini fitur dari Proxmox, yang tidak mengijinkan menjalankan operasi-operasi kluster jika quorum tidak terpenuhi.

Solusi di VM Autorun dengan Delay di Proxmox dengan mengeset “Startup delay” tidak memecahkan masalah. Setelan tersebut digunakan untuk menyetel waktu tunda VM berikutnya dijalankan setelah VM aktif telah dijalankan.

Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan mengubah kode PVE manager. » Read more: Proxmox: Menyetel Waktu Tunggu Menjalankan Semua VM Otomatis

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Optimasi OS Server Ubuntu

December 22nd, 2015 by didik No comments »

Sebenarnya tidak sengaja menemukan proses yang berjalan di server Ubuntu, yang memakan resource Inode (struktur data yang digunakan untuk menyatakan satu objek filesystem). Perubahan yang terjadi di filesystem dapat dideteksi oleh subsistem kernel Inotify (inode notify) yang dapat memberitahukan perubahan tersebut ke aplikasi.

Bermula dari perintah untuk melihat log proses secara realtime menggunakan 'tail -f'. Peringatan berikut muncul:

 $ tail -f /var/log/syslog
...
tail: inotify resources exhausted
tail: inotify cannot be used, reverting to polling

Perintah tail menggunakan Inotify untuk melihat perubahan isi file /var/log/syslog dan menampilkannya di layar. Pesan tersebut muncul karena resource Inode yang diperlukan oleh Inotify habis. Jumlah Inode maksimal dapat diset dari file /proc/sys/fs/inotify/max_user_watches.

$ cat /proc/sys/fs/inotify/max_user_watches
8192

Solusi sementara adalah dengan menambah nilai maksimal Inode (misalnya dengan 16384) berikut: » Read more: Optimasi OS Server Ubuntu

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Solusi: Failed to open session lockfile

November 27th, 2015 by didik No comments »

Hari ini menyelesaikan satu problem di cpanel terkait kegagalan untuk membuka file lock session. Pesan error yang dimunculkan saat membuka cpanel adalah mirip seperti berikut:

Internal Server Error
500
failed to open session lockfile: FILE=/var/cpanel/sessions/raw/:6JshdawOgyEXNsSUCD_uo3hdmjreq_Pl1CIlg4sbuYlItTYRTqsivT24h65kikM2.lock, No such file or directory at /usr/local/cpanel/Cpanel/Session.pm line 261.

Masalah tersebut muncul karena inode-nya penuh. Akibatnya fatal, yaitu semua situs yang dihosting di server cpanel tersebut tidak dapat diakses, walaupun layanan httpd jalan.

Berikut langkah yang perlu dilakukan. » Read more: Solusi: Failed to open session lockfile

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Permasalahan Email di OJS dan Solusinya

November 23rd, 2015 by didik No comments »

OJS (Open Journal System) yang digunakan sebagai platform ejournal secara online menggunakan email sebagai media korespondensi antar aktor yang terlibat (pengelola jurnal, editor, section editor, penulis, reviewer, reader dan layout editor). Saat calon penulis mendaftarkan dirinya, ia akan mendapat email welcome. Saat ia mengirimkan artikelnya, ia akan menerima email untuk keseluruhan proses manuscript, mulai dari submisi online, informasi hasil telaah oleh reviewer sampai keputusan editor terkait artikelnya. Secara ringkas, email ini komponen yang esensial dalam OJS sehingga harus dipastikan tidak bermasalah.

Namun, seringkali email dari OJS tidak bisa terkirim ke pengguna sehingga mengganggu proses pengelolaan artikel jurnal. Penyebabnya adalah sebagai berikut:

  1. Email belum diaktifkan di konfigurasi OJS (config.inc.php)
  2. DNS belum resolved. Akibatnya adalah surat tidak menemukan alamat tujuan atau alamat tujuan tidak dikenali
  3. Email diblok oleh spamhaus. Analoginya adalah surat ditolak oleh penerima
  4. IPv6 aktif sehingga email ke yahoo.com selalu timeout. Analoginya adalah alamat ganda dan membingungkan. Untuk memastikan valid, semua alamat dicekm namun satu alamat timeout.

Problem (1) dapat diatasi dengan mengubah konfigurasi smtp di file config.inc.php sebagai berikut:
smtp = On
» Read more: Permasalahan Email di OJS dan Solusinya

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin