Home > Umum > Tujuan, Sasaran dan Luaran Pembelajaran

Tujuan, Sasaran dan Luaran Pembelajaran

Dalam pelatihan Pekerti (pengembangan ketrampilan dasar teknik instruksional) yang diadakan oleh LP2MP Undip, muncul istilah-istilah yang bisa membuat peserta mempunyai pemahaman bias, seperti tujuan instruksional umum (TIU), tujuan instruksional khusus (TIK), standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD). Ini bukan permasalahan istilah, tapi lebih pada dampaknya terhadap inkonsistensi konsep pikiran kita.

Kenapa pemahaman kita bisa bias, terutama tentang TIK dan TIU?

Dosen, selain melakukan kegiatan akademik, juga mempunyai tanggung jawab penelitian dan pengabdian. Dalam penelitian dan pengabdian, tertuang tujuan (aim), sasaran (objective) dan luaran (output/deliverable) kegiatan. Tujuan berisi apa yang dilakukan oleh dosen dalam kegiatan penelitian dan pengabdian. Tujuan ini kemudian dijabarkan dalam metodologi kegiatan. Sasaran berisi target apa yang ingin dicapai, sedangkan luaran adalah hasil apa yang bisa ditunjukkan, diberikan. Sasaran dan luaran ini terukur, sehingga di akhir kegiatan, keberhasilan capaian kegiatan dapat dimonitor dan dievaluasi.

Dalam kegiatan pembimbingan baik KP, TA maupun PKM, dosen pun diminta untuk membimbing mahasiswa mulai dari sistematika penulisan, metodologi sampai substansi penelitiannya. Tujuan dan sasaran tertuang dalam tulisan laporan/proposal. Tujuan berisi apa yang akan dilakukan oleh mahasiswa dan sasaran berisi target apa yang ingin dicapai.

Sekarang coba perhatikan salah satu contoh TIK yang diberikan dalam pelatihan berikut. TIK ini tertuang dalam GBPP dan dijabarkan dalam SAP.

Tujuan Instruksional Khusus:

Jika diberikan kasus suatu perusahaan yang mengajukan permohonan kredit, peserta kursus Pejabat Pemberian Kredit akan dapat menyusun rekomendasi pemberian kredit untuk perusahaan tersebut

(Audience: peserta kursus Pejabat Pemberian Kredit, Behaviour: akan dapat menyusun rekomendasi pemberian kredit, Condition: jika diberikan kasus suatu perusahaan yang mengajukan permohonan kredit, Degree: ??)

Kalau melihat cuplikan tujuan instruksional di atas, konsep kita tentang sasaran (atau luaran) dan tujuan akan bercampur. Pikiran saya menangkap itu adalah sasaran latihan yang diharapkan, sedangkan tujuannya bisa jadi adalah memberikan pelatihan penyusunan rekomendasi pemberian kredit kepada Pejabat Pemberian Kredit.

Di sini masalahnya. Kalau yang membuat GBPP/SAP lembaga (dan bukan dosen), ini tidak jadi masalah. TIU/TIK memang merupakan tujuan pembelajaran yang ditetapkan oleh lembaga, apalagi dengan Undip mempunyai kebijakan pembelajaran berbasis kompetensi (PBK) dengan metode yang berorientasi mahasiswa (SCL, student-centered learning). Kompetensi adalah rumusan inti dari TIU/TIK.

Nah, kalau yang membuat GBPP/SAP itu dosen, seperti pada umumnya? Dosen akan membuat GBPP dan SAP dengan tujuan apa yang akan dia lakukan dalam pembelajaran, sama dengan tujuan dalam penelitian penelitian maupun pengabdian.

Dari hal tersebut dan untuk menjaga konsistensi konsep pikiran tentang tujuan dan sasaran di pembelajaran, penelitian maupun pengabdian, saya lebih prefer untuk menggunakan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) daripada dengan TIU dan TIK dalam GBPP dan SAP yang saya tulis.

 

Categories: Umum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Skip to toolbar