Home > Server Linux, Tutorial > Konfigurasi Jaringan di Ubuntu Server

Konfigurasi Jaringan di Ubuntu Server

Saat instalasi Linux Ubuntu Server (dan/atau distro turunan Ubuntu/Debian lainnya), konfigurasi jaringan telah kita atur, meliputi nama host, alamat IP, netmask, gateway dan dns/name server. Bagaimana mengubah konfigurasi jaringan tersebut secara permanen?

Konfigurasi jaringan dan skrip init untuk mengaktifkannya tersimpan dalam file berikut:

  1. /etc/network/interfaces: konfigurasi utama jaringan, meliputi alamat IP, netmask, gateway dan name server.
  2. /etc/hostname: konfigurasi nama host
  3. /etc/resolv.conf: konfigurasi name server. File dibangkitkan secara otomatis oleh skrip init di bawah.
  4. /etc/init.d/networking: skrip init untuk mengaktifkan konfigurasi jaringan. Bisa dilakukan setelah booting atau sewaktu-waktu.

File yang perlu diubah untuk mengkonfigurasi jaringan hanya /etc/network/interfaces dan /etc/hostname. /etc/resolv.conf akan ditimpa oleh skrip init berdasarkan konfigurasi yang diset di /etc/network/interfaces.

Contoh file /etc/network/interfaces (self-explained):

# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
	address 192.168.77.2
	netmask 255.255.255.0
	network 192.168.77.0
	broadcast 192.168.77.255
	gateway 192.168.77.1
	# dns-* options are implemented by the resolvconf package, if installed
	dns-nameservers 192.168.1.95 8.8.8.8
	dns-search domain.ac.id

Contoh file /etc/hostname untuk mengeset nama ke “myhost”:

myhost

Menjalankan skrip init untuk mengaktifkan konfigurasi yang baru:

user@myhost:~$ sudo /etc/init.d/networking restart

Cek konfigurasi jaringan baru apakah sudah aktif:

user@myhost:~$ ifconfig

Cek isi file /etc/resolv.conf:

user@myhost:~$ cat /etc/resolv.conf
# Dynamic resolv.conf(5) file for glibc resolver(3) generated by resolvconf(8)
#     DO NOT EDIT THIS FILE BY HAND -- YOUR CHANGES WILL BE OVERWRITTEN
nameserver 192.168.1.95
nameserver 8.8.8.8
search domain.ac.id

Semoga tutorial sederhana ini bermanfaat.

Categories: Server Linux, Tutorial
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Skip to toolbar