Home > Kuliah, Sistem Digital, Sistem Digital Lanjut > Representasi Bilangan Digital

Representasi Bilangan Digital

Pada bab-bab sebelumnya, telah dibahas tentang sintesis rangkaian logika dari spesifikasi masukan-keluaran yang diinginkan. Simulasi hasil sintesis dilakukan untuk mengevaluasi perilakunya dan dibandingkan dengan spesifikasi seharusnya menggunakan software. Rangkaian logika tersebut kemudian diimplementasikan ke rangkaian digital menggunakan chip TTL CMOS.

Hasil implementasi diuji untuk mengevaluasi perilakunya dengan mengumpankan tegangan masukan ke dalam rangkaian dan memonitor tegangan keluaran rangkaian. Pengujian ini merupakan proses verifikasi hasil implementasi menggunakan alat pembangkit dan pengukur sinyal.

Nilai keadaan yang diberikan ke rangkaian dan yang diperoleh di keluaran rangkaian dalam simulasi dan pengujian adalah nilai digital, yang dinyatakan dengan 0 dan 1. Dalam perambatannya sepanjang rangkaian, nilai ini juga dinyatakan dengan 0 dan 1.

Sistem komputer hanya mengenal keadaan 0 dan 1 (nilai digital). Komputer secara umum tersusun atas antarmuka masukan/keluaran, prosesor (CPU), memori dan media penyimpan (misalnya harddisk).

Dari peripheral masukan, komputer mendapatkan masukan data karakter berupa huruf, angka, simbol dan kontrol dari keyboard, misalnya A,b,1,\&,* , dan LF (line feed, ganti baris). Ke peripheral keluaran, komputer menampilkan data karakter di layar monitor berupa teks.

Operasi aritmetika, misalnya penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, mengenal beragam sistem bilangan, yang dapat dibagi menjadi bilangan bulat dan bilangan pecahan. 9Bilangan bulat dinyatakan dengan simbol 0-9 untuk menyatakan satuan, puluhan, ratusan dan seterusnya. Bilangan pecahanbilangan!pecahan dinyatakan dengan simbol 0-9 dan , (koma) untuk memisahkan bagian bulat dan pecahan. Bilangan-bilangan tersebut dapat bernilai positif (+) dan negatif (-). Bilangan juga dapat bernilai sangat besar dan sangat kecil, misalnya konstanta temperatur Plank T_{P}=1,416833\times10^{32}K dan konstanta Boltzmann k=1,3806488\times10^{-23}J\cdot K^{-1} .

Data karakter harus dinyatakan ke dalam nilai digital yang dimengerti oleh komputer. Demikian juga untuk bilangan aritmetika. Komputer menggunakan bentuk digital untuk karakter dan bilangan dalam operasinya, seperti dalam proses pengolahan oleh prosesor, penjumlahan oleh unit arimetika logika (ALU) dan penyimpanan ke memori dan harddisk. Data yang diolah oleh prosesor dan disimpan di memori dan harddisk dinyatakan dengan digit biner. Digit-digit biner ini merepresentasikan karakter dan bilangan aritmetika tersebut.

Bab ini membahas tentang representasi data digital, yaitu meliputi:

  • representasi posisional: bilangan tak bertanda (unsigned), desimal, biner, oktal dan heksadesimal
  • konversi bilangan
  • bilangan bertanda (signed): sign-magnitude, 1’s complement dan 2’s complement
  • bilangan pecahan fixed-point (titik tetap)
  • bilangan pecahan floating-point (titik mengambang/tidak tetap)
  • BCD (binary-coded decimal) untuk kode angka desimal
  • kode ASCII untuk karakter

Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan akan mampu untuk:

  1. [C2] menuliskan sistem bilangan digital, dalam bentuk bilangan posisional, biner, heksadesimal, oktal, bertanda (signed) dan tak bertanda (unsigned) dengan tepat
  2. [C3] menuliskan bilangan pecahan ke dalam bentuk fixed-point dengan tepat dan sebaliknya
  3. [C3] menuliskan bilangan pecahan ke dalam bentuk floating-point presisi tunggal dan ganda dengan tepat dan sebaliknya
  4. [C3] merepresentasikan karakter dan angka digital ke dalam kode ASCII dan BCD dengan tepat

Download materi kuliah#8 Representasi Bilangan Digital (20/03/2014).

8_contoh_double_precision_3

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Skip to toolbar