Archive

Archive for October, 2015

Install Postfix di Linux Ubuntu Server 14.04

October 13th, 2015 No comments

Hari ini saya melakukan instalasi Postfix di Linux Ubuntu Server 14.04. Postfix merupakan sebuah MTA (Mail Transfer Agent) untuk mengirimkan dan menerima email.

Instalasi dapat dilakukan dengan mudah, namun terjadi beberapa error, di antaranya:

  • segmentation fault di libmailutils.so.
    Pesan errornya:

    mail: segfault at c0 ip 00007f2d19f4e18e sp 00007ffc55015f70 error 4 in libmailutils.so.4.0.0
    
  • network unreachable saat mengirim ke gmail.
    Pesan errornya:

    connect to aspmx.l.google.com[2404:6800:4003:c02::1a]:25: Network is unreachable
    

Berikut instalasi dan perbaikan errornya. Read more…

Categories: Server Linux, Tutorial

Menyusun Prosiding dan Program Book

October 12th, 2015 No comments

Bulan Oktober ini (red: 16-18 Oktober 2015), Progdi Sistem Komputer FT Undip mempunyai gawe besar, konferensi internasional, yaitu The 2nd International Conference on Information Technology, Computer and Electrical Engineering (ICITACEE 2015). Salah satu yang perlu dipersiapkan adalah prosiding dan program book. Prosiding memuat seluruh artikel lengkap (full paper) termasuk front matter dan back matter-nya. Program book berisi program konferensi dan abstraknya. Penyusunan kedua artefak ini, akan membutuhkan waktu lama. Perlu langkah kreatif agar bisa lebih cepat:), pakai skrip di Linux Ubuntu atau LinuxMint!

Pengiriman artikel ilmiah dikirimkan lewat edas (konferensi sebelumnya lewat OCS, open conference system). Artikel dapat diunduh dalam format pdf dengan nama file tertentu. Daftar artikel pun (yang telah diterima untuk dipublikasikan) dapat diunduh, yang berisi nomor artikel, nama file, judul, section, nama-nama penulis, jumlah halaman, abstrak dan keyword.

Untuk membangkitkan/membuat prosiding,saya menggunakan confproc, sebuah tool untuk membangkitkan prosiding konferensi dan merupakan paket Perl. Skrip confproc tersebut membutuhkan masukan file exprogram.csv (comma-separated value) dengan format berikut: Read more…

Categories: Tutorial

tmpfs atau ext2/ext3 untuk /tmp?

October 7th, 2015 No comments

Direktori /tmp dan /var/tmp telah dibuat menggunakan disk loop untuk menampung file-file sementara dari daemon/service yang berjalan di server, misalnya server web Apache. Ada dua opsi filesystem yang bisa digunakan untuk disk loop ini, yaitu 1) menggunakan tmpfs dan 2) filesystem ext2/3.

Disk loop yang menggunakan tmpfs akan menyimpan file-file /tmp ke RAM, sedangkan ext2/3 file akan disimpan di disk loop tersebut akan menghemat RAM. Disk loop itu sendiri membutuhkan ruang penyimpan saat dibuat, misalnya 1 GB berikut:

$ sudo dd if=/dev/zero of=/var/tmpdisk bs=1K count=1000000

Berikut perilaku OS Linux Ubuntu jika disk loop /tmp menggunakan kedua tipe filesystem tersebut. Read more…

Categories: Linux, Server Linux, Tutorial

Program Stress Test untuk Beban Memori

October 6th, 2015 No comments

Penasaran dengan apa yang dilakukan oleh setelan swappiness yang mengatur kecenderungan kernel untuk memindahkan proses dari memori ke disk swap, membawa saya untuk mencari program stress test yang dapat mengkonsumsi memori dengan besar yang dapat diatur. Dengan menjalankan program stress test tersebut, perilaku kernel dalam menempatkan proses (program yang dijalankan) ke memori (RAM) dan disk swap bisa diamati.

Kata kunci yang saya gunakan adalah “stress test memory linux”. Muncullah beberapa tautan halaman, di antaranya Linux: How to put a load on system memory? dan How to fill 90% of the free memory?. Dari kedua halaman tersebut, terdapat beberapa solusi di antaranya menggunakan skrip bash, python dan program.

Salah satu program yang bisa digunakan adalah stress. Program stress ini dapat memberikan beban CPU, memori dan disk ke sistem dengan tingkat yang diinginkan. Read more…

Categories: Linux, Tutorial

Mengatur Swappiness di server Linux Ubuntu

October 6th, 2015 No comments

Parameter swappiness mengontrol kecenderungan kernel untuk memindahkan proses dari memori fisik ke disk swap (biasanya dikenal ‘memori’ swap). Disk swap menambah kapasitas untuk menyimpan proses-proses yang sedang dijalankan oleh sistem operasi. Namun, swap lebih lambat daripada memori fisik (RAM, random access memory), sehingga dapat memperlambat waktu respons sistem dan program aplikasi jika proses terlalu sering keluar memori (operasi penulisan ke disk). Dari hal tersebut, kecenderungan pemindahan proses ke disk swap perlu diatur,  baik untuk server maupun desktop.

Nilai swappiness dari kernal Linux dapat dikontrol lewat program userspace (sysctl) dengan mengeset nilai vm.swappiness di file /etc/sysctl.conf. Nilai swappiness adalah antara 0 sampai 100. Nilai swappiness=0 berarti disk akan digunakan hanya jika penggunaan memori habis (100%), sedangkan swappiness=100 berarti program akan di-swap (dipindah) ke disk. Di kernel versi 3.5 ke atas, nilai minimal untuk swappiness adalah 1, sedangkan swappiness = 0 akan menon-aktifkan swap.
Read more…

Categories: Linux, Server Linux, Tutorial
Skip to toolbar