Archive

Archive for November, 2015

Solusi: Failed to open session lockfile

November 27th, 2015 No comments

Hari ini menyelesaikan satu problem di cpanel terkait kegagalan untuk membuka file lock session. Pesan error yang dimunculkan saat membuka cpanel adalah mirip seperti berikut:

Internal Server Error
500
failed to open session lockfile: FILE=/var/cpanel/sessions/raw/:6JshdawOgyEXNsSUCD_uo3hdmjreq_Pl1CIlg4sbuYlItTYRTqsivT24h65kikM2.lock, No such file or directory at /usr/local/cpanel/Cpanel/Session.pm line 261.

Masalah tersebut muncul karena inode-nya penuh. Akibatnya fatal, yaitu semua situs yang dihosting di server cpanel tersebut tidak dapat diakses, walaupun layanan httpd jalan.

Berikut langkah yang perlu dilakukan. Read more…

Categories: Server Linux, Tutorial

Permasalahan Email di OJS dan Solusinya

November 23rd, 2015 No comments

OJS (Open Journal System) yang digunakan sebagai platform ejournal secara online menggunakan email sebagai media korespondensi antar aktor yang terlibat (pengelola jurnal, editor, section editor, penulis, reviewer, reader dan layout editor). Saat calon penulis mendaftarkan dirinya, ia akan mendapat email welcome. Saat ia mengirimkan artikelnya, ia akan menerima email untuk keseluruhan proses manuscript, mulai dari submisi online, informasi hasil telaah oleh reviewer sampai keputusan editor terkait artikelnya. Secara ringkas, email ini komponen yang esensial dalam OJS sehingga harus dipastikan tidak bermasalah.

Namun, seringkali email dari OJS tidak bisa terkirim ke pengguna sehingga mengganggu proses pengelolaan artikel jurnal. Penyebabnya adalah sebagai berikut:

  1. Email belum diaktifkan di konfigurasi OJS (config.inc.php)
  2. DNS belum resolved. Akibatnya adalah surat tidak menemukan alamat tujuan atau alamat tujuan tidak dikenali
  3. Email diblok oleh spamhaus. Analoginya adalah surat ditolak oleh penerima
  4. IPv6 aktif sehingga email ke yahoo.com selalu timeout. Analoginya adalah alamat ganda dan membingungkan. Untuk memastikan valid, semua alamat dicekm namun satu alamat timeout.

Problem (1) dapat diatasi dengan mengubah konfigurasi smtp di file config.inc.php sebagai berikut:
smtp = On
Read more…

VM Autorun dengan Delay di Proxmox

November 12th, 2015 No comments

VM di atas lingkung virtual kvm (Proxmox Virtual Environment, PVE) dapat dijalankan secara otomatis saat PVE menyala. VM-VM yang dikonfigurasi dengan “Start at Boot” akan dibangkitkan saat PVE berjalan.

Namun, kadang VM tersebut tidak bisa dibangkitkan, misalnya jika kluster PVE tidak kuorum atau sebab lain (storage belum siap, dll). Kasus yang sering terjadi adalah saat di satu kluster PVE mengalami pemadaman listrik. Semua komputer host di kluster mati. Saat listrik normal kembali, semua host up kembali dan menjalankan VM autoboot. VM-VM di host yang pertama menyala biasanya tidak bisa dijalankan dengan pesan “Error: cluster not ready – no quorum?“.

Untungnya ada fasilitas untuk mengeset waktu tunda start-up sehingga dipastikan kluster PVE telah siap (kuorum). Berikut cara mengeset VM autorun dengan tambahan delay.

  1. Dari jendela PVE, klik VM yang akan dikonfigurasi
  2. Pilih tab Options untuk menampilkan konfigurasi VM
  3. Edit “Start at boot” dan centang checkbox agar VM akan dimlai otomatis saat host aktif
  4. Edit “Start/Shutdown order”. Masukkan “Startup delay” 120 untuk waktu tunda 120 detik

Dengan konfigurasi tersebut, VM akan dijalankan otomatis setelah 120 detik PVE aktif.

Lebih lanjut:

Categories: Server Linux

Install SNMP dan MRTG di Linux Debian Squeeze

November 8th, 2015 No comments

Saya tidak paham betul tentang SNMP (Simple Network Management Protocol) ini. Yang saya ketahui adalah bahwa SNMP salah satunya dapat digunakan untuk memonitor dan mengeset devais-devais yang terpasang di komputer, konfigurasi dan statusnya, sehingga program-program monitoring menggunakan SNMP untuk mendapatkan informasi tentang devais tersebut. Salah satunya adalah program yang akan saya install di server Debian, yaitu MRTG (Multi Router Traffic Grapher) untuk memonitor dan mengukur beban trafik di jalur jaringan. MRTG juga akan saya gunakan untuk memonitor CPU, memori dan disk.

MRTG membutuhkan SNMP. SNMP server akan diinstall di Linux Debian. MRTG membutuhkan MIB (Management Information Base) yang mendefinisikan struktur dari data manajemen suatu subsistem devais. MIB yang perlu diinstall untuk memonitor disk dan memori adalah HOST-RESOURCES-MIB.

Berikut instalasi snmp, snmpd (daemon) dan MIB yang diperlukan oleh MRTG. Read more…

Categories: Server Linux, Tutorial
Skip to toolbar