Home > Kuliah, Sistem Digital > Representasi Data Digital (Bagian 1)

Representasi Data Digital (Bagian 1)

8_2s-complement_rulesSistem komputer saat ini hanya mengenal simbol 0 dan 1 (nilai digital). Komputer secara umum tersusun atas antarmuka masukan/keluaran, prosesor (CPU), memori dan media penyimpan (misalnya harddisk). Dari peripheral masukan, komputer mendapatkan masukan data karakter berupa huruf, angka, simbol dan kontrol dari keyboard, misalnya A,b,1,\&,*, dan LF (line feed, ganti baris). Ke peripheral keluaran, komputer menampilkan data karakter di layar monitor berupa teks.

Operasi aritmetika, misalnya penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, mengenal beragam sistem bilangan, yang dapat dibagi menjadi bilangan bulat dan bilangan pecahan. Bilangan bulat dan pecahan ini menggunakan sistem desimal yang memuat simbol 0-9. Bilangan bulat dinyatakan dengan simbol 0-9 untuk menyatakan satuan, puluhan, ratusan dan seterusnya. Bilangan pecahan dinyatakan dengan simbol 0-9 dan , (koma) untuk memisahkan bagian bulat dan pecahan. Bilangan-bilangan tersebut dapat bernilai positif (+) dan negatif (-). Bilangan juga dapat bernilai sangat besar dan sangat kecil, misalnya konstanta temperatur Plank Tp=1,416833×10^32 K dan konstanta Boltzmann k=1,3806488×10^(-23)J.K^(-1). Data karakter harus dinyatakan ke dalam nilai digital yang dimengerti oleh komputer. Demikian juga untuk bilangan aritmetika. Komputer menggunakan bentuk digital untuk karakter dan bilangan dalam operasinya, seperti dalam proses pengolahan oleh prosesor, penjumlahan oleh unit arimetika logika (ALU) dan penyimpanan ke memori dan harddisk.

Data yang diolah oleh prosesor dan disimpan di memori dan harddisk dinyatakan dengan digit biner. Digit-digit biner ini merepresentasikan karakter dan bilangan aritmetika tersebut.

Bab ini membahas tentang representasi data digital, yaitu meliputi:

  • representasi posisional: bilangan tak bertanda (unsigned), desimal, biner, oktal dan heksadesimal;
  • konversi bilangan; bilangan bertanda (signed): sign-magnitude, 1’s complement dan 2’s complement;
  • bilangan pecahan fixed-point (titik tetap);
  • bilangan pecahan floating-point (titik mengambang/tidak tetap);
  • BCD (binary-coded decimal) untuk kode angka desimal;
  • kode ASCII untuk karakter.

Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan akan mampu untuk:

  1. [C2] menuliskan sistem bilangan digital tak bertanda (unsigned), dalam bentuk bilangan posisional, biner, heksadesimal, oktal dengan tepat;
  2. [C2] menuliskan sistem bilangan digital bertanda (signed) dengan tepat.

Download materi [Eprints: Representasi Data Digital (Bagian 1)]

Categories: Kuliah, Sistem Digital
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Skip to toolbar