Home > Kuliah, Sistem Digital > Representasi Data Digital (Bagian 2)

Representasi Data Digital (Bagian 2)

8_contoh_double_precision_3Sistem komputer saat ini hanya mengenal simbol 0 dan 1 (nilai digital). Komputer secara umum tersusun atas antarmuka masukan/keluaran, prosesor (CPU), memori dan media penyimpan (misalnya harddisk). Dari peripheral masukan, komputer mendapatkan masukan data karakter berupa huruf, angka, simbol dan kontrol dari keyboard, misalnya A,b,1,\&,*, dan LF (line feed, ganti baris). Ke peripheral keluaran, komputer menampilkan data karakter di layar monitor berupa teks.

Operasi aritmetika, misalnya penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, mengenal beragam sistem bilangan, yang dapat dibagi menjadi bilangan bulat dan bilangan pecahan. Bilangan bulat dan pecahan ini menggunakan sistem desimal yang memuat simbol 0-9. Bilangan bulat dinyatakan dengan simbol 0-9 untuk menyatakan satuan, puluhan, ratusan dan seterusnya. Bilangan pecahan dinyatakan dengan simbol 0-9 dan , (koma) untuk memisahkan bagian bulat dan pecahan. Bilangan-bilangan tersebut dapat bernilai positif (+) dan negatif (-).

Bilangan juga dapat bernilai sangat besar dan sangat kecil, misalnya konstanta temperatur Plank Tp=1,416833×10^32 K dan konstanta Boltzmann k=1,3806488×10^(-23)J.K^(-1). Data karakter harus dinyatakan ke dalam nilai digital yang dimengerti oleh komputer. Demikian juga untuk bilangan aritmetika. Komputer menggunakan bentuk digital untuk karakter dan bilangan dalam operasinya, seperti dalam proses pengolahan oleh prosesor, penjumlahan oleh unit arimetika logika (ALU) dan penyimpanan ke memori dan harddisk.

Data yang diolah oleh prosesor dan disimpan di memori dan harddisk dinyatakan dengan digit biner. Digit-digit biner ini merepresentasikan karakter dan bilangan aritmetika tersebut.

Bab ini membahas tentang representasi data digital, yaitu meliputi:

  • bilangan pecahan fixed-point (titik tetap);
  • bilangan pecahan floating-point (titik mengambang/tidak tetap);
  • BCD (binary-coded decimal) untuk kode angka desimal;
  • kode ASCII untuk karakter.

Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan akan mampu untuk:

  1. [C2] menyatakan bilangan pecahan ke dalam bentuk fixed-point dengan tepat dan sebaliknya;
  2. [C2] menyatakan bilangan pecahan ke dalam bentuk floating-point presisi tunggal dan ganda dengan tepat dan sebaliknya;
  3. [C2] merepresentasikan karakter dan angka digital ke dalam kode ASCII dan BCD dengan tepat;
  4. [C3] menggunakan representasi bilangan, karakter dan angka dalam aplikasi pemrograman dan digital lainnya.

Download materi [Eprints: Representasi Data Digital (Bagian 2)]

Categories: Kuliah, Sistem Digital
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Skip to toolbar