Category Archives: Kuliah

Catatan kegiatan perkuliahan di Program Studi Sistem Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Perancangan Rangkaian Sekuensial Sinkron

12-FSM-moore-vs-mealyRangkaian digital baik kombinasional maupun sekuensial telah dipelajari di bab-bab sebelumnya. Rangkaian kombinasional mempunyai keluaran yang nilainya hanya tergantung dari masukan pada saat itu, sedangkan sekuensial mempunyai keluaran yang ditentukan oleh masukan saat itu dan keadaan rangkaian sebelumnya.

Dalam bab ini akan dibahas tentang perancangan rangkaian sekuensial sinkron. Rangkaian ini bersifat sekuensial, yaitu keluaran rangkaian tergantung dari keadaan rangkaian sebelumnya dan membutuhkan elemen penyimpan berupa flip-flop. Rangkaian bersifat sinkron karena perilaku rangkaian dibangkitkan oleh transisi sumber detak yang sama, yaitu sinyal Clk. Rangkaian sekuensial sinkron dirancang menggunakan diagram FSM atau mesin keadaan terbatas, sehingga disebut juga rangkaian FSM.

Rangkaian FSM tersusun atas bagian kombinasional dan bagian sekuensial. Model FSM yang sering digunakan adalah model Moore dan Mealy. Pokok bahasan di bab ini meliputi: Continue reading Perancangan Rangkaian Sekuensial Sinkron

Rangkaian Sekuensial (Bagian 2)

11_register_geser_kanan_4bit_dengan_kontrolRangkaian kombinasional yang telah dipelajari di bab sebelumnya mempunyai nilai keluaran di suatu waktu hanya ditentukan oleh nilai dari masukannya di waktu tersebut. Dalam rangkaian ini tidak ada penyimpanan informasi atau ketergantungan terhadap nilai keluaran sebelumnya. Contoh rangkaian kombinasional tersebut adalah multiplekser, enkoder, dekoder, demultiplekser, konverter kode dan ALU.

Selain rangkaian kombinasional, sistem komputer tersusun atas rangkaian sekuensial. Berbeda dengan rangkaian kombinasional, rangkaian sekuensial mempunyai nilai keluaran di suatu waktu ditentukan oleh nilai masukannya waktu itu dan keadaan rangkaian sebelumnya.

Rangkaian ini membutuhkan elemen memori untuk menyimpan nilai keadaan dan/atau keluaran sebelumnya. Elemen dasar untuk menyimpan data 1 bit adalah pengunci (latch) dan flip-flop. Rangkaian sekuensial n bit tersusun atas n buah elemen dasar flip-flop dan/atau latch. Contoh rangkaian sekuensial ini adalah register dan pencacah (counter). Continue reading Rangkaian Sekuensial (Bagian 2)

Rangkaian Sekuensial (Bagian 1)

11_alarm_system-norRangkaian kombinasional yang telah dipelajari di bab sebelumnya mempunyai nilai keluaran di suatu waktu hanya ditentukan oleh nilai dari masukannya di waktu tersebut. Dalam rangkaian ini tidak ada penyimpanan informasi atau ketergantungan terhadap nilai keluaran sebelumnya. Contoh rangkaian kombinasional tersebut adalah multiplekser, enkoder, dekoder, demultiplekser, konverter kode dan ALU.

Selain rangkaian kombinasional, sistem komputer tersusun atas rangkaian sekuensial. Berbeda dengan rangkaian kombinasional, rangkaian sekuensial mempunyai nilai keluaran di suatu waktu ditentukan oleh nilai masukannya waktu itu dan keadaan rangkaian sebelumnya.

Rangkaian ini membutuhkan elemen memori untuk menyimpan nilai keadaan dan/atau keluaran sebelumnya. Elemen dasar untuk menyimpan data 1 bit adalah pengunci (latch) dan flip-flop. Rangkaian sekuensial n bit tersusun atas n buah elemen dasar flip-flop dan/atau latch. Contoh rangkaian sekuensial ini adalah register dan pencacah (counter). Continue reading Rangkaian Sekuensial (Bagian 1)