Category Archives: Linux

[Resolved] Akses Wifi Setelah Sleep Selalu Gagal

Akses wifi setelah laptop kembali dari sleep selalu gagal (disconnected). Usaha untuk terhubung ke akses point tidak berhasil. Laptop menggunakan LinuxMint 17.3 ‘Rosa’.

Sebelumnya, yang dilakukan adalah logout dan login lagi. Akses wifi bisa berjalan lagi. Kebayang kalau sedang buka banyak dokumen atau situs web dan harus logout. Perlu ada solusi. Berikut trik untuk mengatasinya tanpa harus logout dan login.

Salah satu penyebab gagalnya koneksi wifi adalah process wpa_supplicant yang gagal. Dari jendela log, statusnya adalah sebagai berikut:

(wlan0): supplicant interface state: authenticating -> disconnected
wlan0: CTRL-EVENT-TERMINATING
wpa_supplicant stopped
(wlan0): supplicant interface state: disconnected -> down
(wlan0): device state change: config -> unavailable (reason 'supplicant-failed') [50 20 10]
(wlan0): deactivating device (reason 'supplicant-failed') [10]
NetworkManager state is now DISCONNECTED

Solusinya adalah dengan membuat skrip (mis: fix_wifi) yang akan menghentikan proses wpa_supplicant saat laptor resume. Tempatkan file tersebut di direktori /etc/pm/sleep.d/. Continue reading [Resolved] Akses Wifi Setelah Sleep Selalu Gagal

Install Latex Beamer

Untuk file-file presentasi kuliah, saya buat menggunakan Lyx dengan class Beamer di LinuxMint. File tersebut kemudian dibuka di laptop Linux saya yang lain. Namun, muncul pesan kesalahan bahwa class beamer dan xcolor tidak ditemukan.

Latex-beamer

Solusinya adalah menginstall latex-beamer.

Continue reading Install Latex Beamer

Memperbesar Ukuran Disk Virtual di Proxmox

Efisiensi penggunaan disk akan dilakukan terhadap sebuah mesin virtual (VM). VM tersebut menjalankan layanan email menggunakan vPostmaster. VM menggunakan 2 disk (ide0, ide1) yang masing-masing berukuran 559GB dan 1.3TB dengan utilitas 8% dan 60%. Diinginkan disk ide1 di-merge ke disk ide0, sehingga hanya 1 disk virtual saja yang dibutuhkan. Perhitungan kasar menghasilkan 900GB ruang disk yang bisa dihemat.

Disk ide0 terbagi atas 3 partisi. Ukuran disk tercatat 600GB (559 x 1024 x 1024 x 1024).

$ fdisk -l /dev/sda
Disk /dev/sda: 600.0 GB, 599965827072 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 72941 cylinders, total 1171808256 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
...
   Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sda1   *        2048      499711      248832   83  Linux
/dev/sda2          501758  1171806207   585652225    5  Extended
/dev/sda5          501760  1171806207   585652224   8e  Linux LVM

Partisi /dev/sda5 merupakan partisi LVM dan mempunyai 2 LV (logical volume) yang salah satunya digunakan sebagai root /.

$ pvscan
  PV /dev/sda5   VG mail-staf   lvm2 [558.52 GiB / 0    free]
  Total: 1 [558.52 GiB] / in use: 1 [558.52 GiB] / in no VG: 0 [0   ]
$ lvscan
  ACTIVE            '/dev/mail-staf/root' [549.34 GiB] inherit
  ACTIVE            '/dev/mail-staf/swap_1' [9.18 GiB] inherit

Disk ide1 di-mounting sebagai /var/spool/vpostmaster/ untuk menampung file-file email dari semua akun yang terdaftar. Utilitas kedua disk adalah sebagai berikut:

$ df -h
Filesystem                   Size  Used Avail Use% Mounted on
/dev/mail-staf/root          541G   38G  476G   8% /
..
/dev/sdb                     1.3T  719G  489G  60% /var/spool/vpostmaster

Untuk menggabungkan kedua disk (memindahkan /var/spool/vpostmaster) ke LV /dev/mail-staf/root, maka diperlukan setidaknya 800GB disk bebas di LV tersebut. Jadi, LV root tersebut harus ditambah besarnya.

Disk ide0 (/dev/sda) akan ditambah 372GB, sehingga besar totalnya adalah 931GB atau sekitar 1000GB. Penambahan besar disk tersebut cukup untuk LV root menampung file-file dari direktori /var/spool/vpostmaster (disk ide1), yaitu 476G (free disk /) + 372GB = 848G.

Langkah-langkahnya secara garis besar sebagai berikut:

  1. Memperbesar disk virtual dari Proxmox
  2. Memperbesar partisi disk /dev/sda5
  3. Memperbesar PV (physical volume) dan LV (logical volume)
  4. Memberbesar filesystem root /
  5. Menyalin file dari ide1 ke LV root

Continue reading Memperbesar Ukuran Disk Virtual di Proxmox

Optimasi OS Server Ubuntu

Sebenarnya tidak sengaja menemukan proses yang berjalan di server Ubuntu, yang memakan resource Inode (struktur data yang digunakan untuk menyatakan satu objek filesystem). Perubahan yang terjadi di filesystem dapat dideteksi oleh subsistem kernel Inotify (inode notify) yang dapat memberitahukan perubahan tersebut ke aplikasi.

Bermula dari perintah untuk melihat log proses secara realtime menggunakan 'tail -f'. Peringatan berikut muncul:

 $ tail -f /var/log/syslog
...
tail: inotify resources exhausted
tail: inotify cannot be used, reverting to polling

Perintah tail menggunakan Inotify untuk melihat perubahan isi file /var/log/syslog dan menampilkannya di layar. Pesan tersebut muncul karena resource Inode yang diperlukan oleh Inotify habis. Jumlah Inode maksimal dapat diset dari file /proc/sys/fs/inotify/max_user_watches.

$ cat /proc/sys/fs/inotify/max_user_watches
8192

Solusi sementara adalah dengan menambah nilai maksimal Inode (misalnya dengan 16384) berikut: Continue reading Optimasi OS Server Ubuntu

tmpfs atau ext2/ext3 untuk /tmp?

Direktori /tmp dan /var/tmp telah dibuat menggunakan disk loop untuk menampung file-file sementara dari daemon/service yang berjalan di server, misalnya server web Apache. Ada dua opsi filesystem yang bisa digunakan untuk disk loop ini, yaitu 1) menggunakan tmpfs dan 2) filesystem ext2/3.

Disk loop yang menggunakan tmpfs akan menyimpan file-file /tmp ke RAM, sedangkan ext2/3 file akan disimpan di disk loop tersebut akan menghemat RAM. Disk loop itu sendiri membutuhkan ruang penyimpan saat dibuat, misalnya 1 GB berikut:

$ sudo dd if=/dev/zero of=/var/tmpdisk bs=1K count=1000000

Berikut perilaku OS Linux Ubuntu jika disk loop /tmp menggunakan kedua tipe filesystem tersebut. Continue reading tmpfs atau ext2/ext3 untuk /tmp?