Tag Archives: dekoder

Rangkaian Kombinasional (Bagian 2)

10_MUX-XOR_2-efficientDi bab sebelumnya telah dibahas tentang operasi aritmetika penjumlahan dan pengurangan bilangan digital tak bertanda dan bertanda. Operasi aritmetika tersebut diwujudkan dalam rangkaian penjumlah/pengurang n bit. Rangkaian ini merupakan komponen penyusun sistem komputer di unit logika dan aritmetika (ALU) untuk menjalankan instruksi berupa operasi aritmetika.

Komputer juga tersusun atas komponen penyusun digital lainnya, misalnya multiplekser, konverter kode, dekoder alamat, register, pencacah (counter) dan rangkaian digital lainnya. Rangkaian-rangkaian digital tersebut dapat digolongkan dalam 2 tipe, yaitu rangkaian kombinasional dan rangkaian sekuensial.

Rangkaian kombinasional mempunyai nilai keluaran di suatu waktu hanya ditentukan oleh nilai dari masukannya di waktu tersebut. Dalam rangkaian ini tidak ada penyimpanan informasi atau ketergantungan terhadap keadaan rangkaian (keluaran) sebelumnya. Contoh rangkaian kombinasional adalah multiplekser, enkoder, dekoder, demultiplekser dan ALU. Continue reading Rangkaian Kombinasional (Bagian 2)

Rangkaian Kombinasional (Bagian 1)

10_MUX-serializerDi bab sebelumnya telah dibahas tentang operasi aritmetika penjumlahan dan pengurangan bilangan digital tak bertanda dan bertanda. Operasi aritmetika tersebut diwujudkan dalam rangkaian penjumlah/pengurang n bit. Rangkaian ini merupakan komponen penyusun sistem komputer di unit logika dan aritmetika (ALU) untuk menjalankan instruksi berupa operasi aritmetika.

Komputer juga tersusun atas komponen penyusun digital lainnya, misalnya multiplekser, konverter kode, dekoder alamat, register, pencacah (counter) dan rangkaian digital lainnya. Rangkaian-rangkaian digital tersebut dapat digolongkan dalam 2 tipe, yaitu rangkaian kombinasional dan rangkaian sekuensial.

Rangkaian kombinasional mempunyai nilai keluaran di suatu waktu hanya ditentukan oleh nilai dari masukannya di waktu tersebut. Dalam rangkaian ini tidak ada penyimpanan informasi atau ketergantungan terhadap keadaan rangkaian (keluaran) sebelumnya. Contoh rangkaian kombinasional adalah multiplekser, enkoder, dekoder, demultiplekser dan ALU. Continue reading Rangkaian Kombinasional (Bagian 1)

Tugas Desain Rangkaian Kombinasional

Kuliah TKC305 Sistem Digital Lanjut pertemuan 5 dan 6 akan membahas tentang desain HDL rangkaian kombinasional dengan Verilog. Blok rangkaian kombinasional yang akan dirancang adalah 1) multiplekser 4-ke-1, 16-ke-1, 2) enkoder biner 4-ke-22, enkoder prioritas, 3) dekoder/demultiplekser 3-ke-8 dan 4) dekoder BCD/hex ke 7-segmen.

Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa akan mampu untuk 1) memprogram HDL Verilog untuk elemen-elemen rangkaian kombinasional dengan tepat (dapat tersintesis),  2) mensimulasikan dan menganalisis desain HDL rangkaian tersebut, 3) mensintesis desain rangkaian kombinasional dengan fungsi serupa IC seri 74xx untuk FPGA Xilinx, dan 4) mengevaluasi desain rangkaian tersebut melalui praktikum.

Sebagai kegiatan terstruktur, mahasiswa diwajibkan mengerjakan Tugas#5, yaitu membuat modul HDL untuk rangkaian kombinasional serupa IC seri 74xx. Tugas ini diketik komputer, disimpan dalam format file pdf dan dikirimkan ke email dengan format subjek NIM-tugas#5.

Continue reading Tugas Desain Rangkaian Kombinasional