Tag Archives: Linux Debian

Install SNMP dan MRTG di Linux Debian Squeeze

Saya tidak paham betul tentang SNMP (Simple Network Management Protocol) ini. Yang saya ketahui adalah bahwa SNMP salah satunya dapat digunakan untuk memonitor dan mengeset devais-devais yang terpasang di komputer, konfigurasi dan statusnya, sehingga program-program monitoring menggunakan SNMP untuk mendapatkan informasi tentang devais tersebut. Salah satunya adalah program yang akan saya install di server Debian, yaitu MRTG (Multi Router Traffic Grapher) untuk memonitor dan mengukur beban trafik di jalur jaringan. MRTG juga akan saya gunakan untuk memonitor CPU, memori dan disk.

MRTG membutuhkan SNMP. SNMP server akan diinstall di Linux Debian. MRTG membutuhkan MIB (Management Information Base) yang mendefinisikan struktur dari data manajemen suatu subsistem devais. MIB yang perlu diinstall untuk memonitor disk dan memori adalah HOST-RESOURCES-MIB.

Berikut instalasi snmp, snmpd (daemon) dan MIB yang diperlukan oleh MRTG. Continue reading Install SNMP dan MRTG di Linux Debian Squeeze

Setting Locales Failed – Ubuntu/Debian

Seting locales mungkin belum terkonfigurasi saat instalasi/upgrade Linux Debian/Ubuntu/LinuxMint. Akibatnya, pesan warning muncul saat menjalankan aplikasi Perl (misalnya, drbd-overview)

perl: warning: Setting locale failed.
perl: warning: Please check that your locale settings:
        LANGUAGE = (unset),
        LC_ALL = (unset),
        LC_TIME = "id_ID.UTF-8",
        LC_MONETARY = "id_ID.UTF-8",
...

Peringatan ini tidak bermasalah. Namun, sebaiknya tetap diperbaiki.

Agar peringatan tersebut tidam muncul kembali, environment LANGUAGE dan LC_ALL perlu diset. Hal ini dapat dilakukan dari konsole shell.

$ export LANGUAGE=en_US.UTF-8
$ export LANG=en_US.UTF-8
$ export LC_ALL=en_US.UTF-8

Agar dapat dijalankan setiap kali booting, Continue reading Setting Locales Failed – Ubuntu/Debian

Sistem Operasi Multiarch (Multiarch OS)

Distro Linux Debian terbaru resmi dirilis tanggal 4 Mei 2013. Pengembang Debian secara resmi mengumumkan rilis Debian versi stabil, yaitu versi 7.0 dengan kode nama “Wheezy”. Salah satu fitur yang menjadi andalan adalah dukungan multiarch.

Dukungan multiarch memungkinkan pengguna Linux untuk menginstall paket aplikasi untuk arsitektur 32-bit (i386) dan 64-bit (x86-64, amd64) di mesin/komputer yang sama. Tujuan utamanya adalah portabilitas software aplikasi di satu sistem operasi. Contohnya adalah saat software hanya bisa dibuat (kompile,assembly,link) dalam mode 32-bit, namun sistem operasi yang terinstall adalah 64-bit, termasuk pustaka-pustakanya. Fitur multiarch ini akan bermanfaat tanpa perlu menggunakan program chroot khusus.
Continue reading Sistem Operasi Multiarch (Multiarch OS)