Tag Archives: pencacah sinkron

Rangkaian Sekuensial (Bagian 2)

11_register_geser_kanan_4bit_dengan_kontrolRangkaian kombinasional yang telah dipelajari di bab sebelumnya mempunyai nilai keluaran di suatu waktu hanya ditentukan oleh nilai dari masukannya di waktu tersebut. Dalam rangkaian ini tidak ada penyimpanan informasi atau ketergantungan terhadap nilai keluaran sebelumnya. Contoh rangkaian kombinasional tersebut adalah multiplekser, enkoder, dekoder, demultiplekser, konverter kode dan ALU.

Selain rangkaian kombinasional, sistem komputer tersusun atas rangkaian sekuensial. Berbeda dengan rangkaian kombinasional, rangkaian sekuensial mempunyai nilai keluaran di suatu waktu ditentukan oleh nilai masukannya waktu itu dan keadaan rangkaian sebelumnya.

Rangkaian ini membutuhkan elemen memori untuk menyimpan nilai keadaan dan/atau keluaran sebelumnya. Elemen dasar untuk menyimpan data 1 bit adalah pengunci (latch) dan flip-flop. Rangkaian sekuensial n bit tersusun atas n buah elemen dasar flip-flop dan/atau latch. Contoh rangkaian sekuensial ini adalah register dan pencacah (counter). Continue reading Rangkaian Sekuensial (Bagian 2)

Rangkaian Sekuensial

Rangkaian kombinasional yang telah dipelajari di bab sebelumnya mempunyai nilai keluaran di suatu waktu hanya ditentukan oleh nilai dari masukannya di waktu tersebut. Dalam rangkaian ini tidak ada penyimpanan informasi atau ketergantungan terhadap nilai keluaran sebelumnya. Contoh rangkaian kombinasional tersebut adalah multiplekser, enkoder, dekoder, demultiplekser, konverter kode dan ALU.

Selain rangkaian kombinasional, sistem komputer tersusun atas rangkaian sekuensial. Berbeda dengan rangkaian kombinasional, rangkaian sekuensial mempunyai nilai keluaran di suatu waktu ditentukan oleh nilai masukannya waktu itu dan keadaan rangkaian sebelumnya. Rangkaian ini membutuhkan elemen memori untuk menyimpan nilai keadaan dan/atau keluaran sebelumnya.

Elemen dasar untuk menyimpan data 1 bit adalah pengunci (latch) dan flip-flop. Rangkaian sekuensial n bit tersusun atas n buah elemen dasar flip-flop dan/atau latch. Contoh rangkaian sekuensial ini adalah register dan pencacah (counter).

Dalam bab ini akan dibahas tentang elemen rangkaian sekuensial, yaitu latch dan flip-flop serta tipe dan karakteristiknya masing-masing. Elemen-elemen ini kemudian disusun membentuk register dan pencacah n bit. Pokok bahasan di bab ini meliputi:

  • prinsip rangkaian sekuensial
  • elemen penyimpan 1 bit latch, yaitu set-reset latch (latch SR), latch SR tergerbang dan data latch (latch D) serta rangkaian logikanya
  • elemen penyimpan 1 bit flip-flop, meliputi
    • data flip-flop (DFF)
    • toggle flip-flop (TFF)
    • JK flip-flop (JKFF)
  • register data n bit dan register geser (shift register)
  • pencacah naik-turun
  • pencacah sinkron dan asinkron

Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa akan mampu untuk: Continue reading Rangkaian Sekuensial

Desain Pencacah Sinkron 8-bit dengan HDL

Dalam artikel ini, sebuah modul pencacah sinkron 8-bit akan diimplementasikan menggunakan HDL verilog. Modul harus tersintesis di FPGA Xilinx (Spartan). Artikel ini diambil dari bahasan kuliah sistem digital lanjut dan perancangan VLSI.

Pencacah sinkron ini merupakan rangkaian sekuensial yang operasinya di-trigger oleh transisi naik sinyal clock (posedge CLK). Kebutuhan spesifikasi modul secara lengkap adalah sebagai berikut:

  • lebar keluaran d 8-bit, mampu mencacah dari -128 sampai 127 (jika representasi bilangan bertanda)
  • operasi pencacahan sirkular
  • saat reset=1 maka keluaran d=0x00
  • pencacahan ditrigger oleh transisi naik sinyal clk
  • mempunyai 4 mode pencacahan yang ditunjukkan dalam tabel berikut:
ModeOperasiContoh urutan
00+10 -> 1- > 2 -> 3 -> 4
01+2120 -> 122 -> 124 -> 126 ->-128
10-29 -> 7 -> 5 -> 3 -> 1
11-13 -> 2 -> 1 -> 0 -> -1

Continue reading Desain Pencacah Sinkron 8-bit dengan HDL