Tag Archives: server linux

Migrasi Jurnal Online JTSiskom

Karena suatu hal, jurnal online JTSiskom (Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer) dipindah (di-migrasi) dari portal ejournal-s1 Undip (http://ejournal-s1.undip.ac.id) ke portal sendiri (http://jtsiskom.undip.ac.id). Kedua portal jurnal online (ejournal)  ini menggunakan OJS (open journal system). Selain migrasi, OJS juga diupgrade dari versi 2.4.2.0 ke versi 2.4.8.0.

Cukup seru. Yang pertama adalah karena portal ejournal-s1 sebelumnya menampung sekitar 40-an jurnal S1 se-Undip (termasuk JTSiskom) dan JTSiskom akan dipisah ke portal tersendiri. JTSiskom sendiri telah mempunyai lebih dari 100 artikel (dari 14 nomor terbitan sejak 2013), sehingga kalau entry secara manual lagi jelas tidak efisien. Yang kedua adalah karena versi OJS yang akan digunakan berbeda, yaitu 2.4.2.0 akan diupgrade ke 2.4.8.0.

Bayangannya adalah data hilang, inkompatibilitas, setup dan entry ulang. Namun ternyata prosesnya tidak seseram yang dibayangkan. Ringkas. Continue reading Migrasi Jurnal Online JTSiskom

Konfigurasi Disk di XenServer

XenServer menyediakan platform virtualisasi menggunakan hypervisor Xen (native, bare-metal) dan XAPI toolstack di atas server x86. Konfigurasi disk XenServer yang menjembatani akses disk mesin virtual (VM, virtual machine) dengan server host meliputi  VBD (Virtual Block Device), VDI (Virtual Disk Image), SR (Storage Repository) dan PBD (Physical Block Device). Continue reading Konfigurasi Disk di XenServer

I’m Alive!

Yes! Setelah sekian lama vakum, blog ini kembali hidup. Ini adalah artikel pertama sejak hampir 3 bulan lalu.

Beberapa kendala yang sering muncul adalah server down, tidak bisa login, kegagalan koneksi ke database dan kegagalan otentikasi captcha. Namun, kendala tersebut saat ini telah dapat diatasi.

Yang kentara adalah server blog terkena malware jQuery.min.php. Malware ini menambahkan skrip di header.php tiap themes yang digunakan di server blog, sehingga setiap kali situs-situs blog dilihat oleh pengunjung, skrip ini tereksekusi. Dia mengambil skrip dari situs tertentu yang telah terinfeksi. Tampilannya adalah sebagai berikut:

Screenshot at 2016-05-05 22:29:03

Continue reading I’m Alive!

Konfigurasi Pembagi Beban HTTP dengan HAProxy

Hari ini bereksperimen dengan konfigurasi ‘weight’ di HAProxy untuk mengatur balancing beban permintaan HTTP (layanan web). HAProxy telah menyediakan layanan web yang high-available dengan membagi beban ke beberapa server backend yang hidup.

Di jam 23.00, laju permintaan sesi (session rate) rata-rata terpantau sebesar 25 sesi, dengan laju maksimal 52 sesi perdetik. Jumlah sesi bersamaan (concurrent) yang dilayani rata-rata 155 sesi dan maksimal 191 sesi.

Saat menggunakan server backend tunggal (8 buah CPU, RAM 16 GB), semua sesi ditangani oleh server tersebut. Load CPU terpakai sebesar 68.7% us (9.05, 8.80, 8.97) dan memori terpakai 9.6GB.

Sebuah server backend (4 buah CPU, RAM 8 GB) akan ditambahkan. Dengan algoritma balancing menggunakan roundrobin, kedua server akan mendapatkan giliran sesuai dengan weightnya masing-masing. Jika tidak ditentukan (weight default 1), kedua server akan mempunyai giliran yang sama. Dan ini tidak adil karena server kedua mempunyai spesifikasi yang lebih rendah.

Konfigurasi balancing Haproxy perlu diubah.
Continue reading Konfigurasi Pembagi Beban HTTP dengan HAProxy

Error: Token Mismatch di Phpmyadmin

Pesan error ini muncul saat membuka database lewat phpmyadmin dari cpanel.

Error: Token Mismatch

Penyebab munculnya pesan error tersebut adalah ruang disk /tmp sudah penuh. Untuk mengeceknya, gunakan perintah df. Contoh disk yang sudah penuh seperti berikut

$ df -h
Filesystem        Size  Used Avail Use% Mounted on
..
/usr/tmpDISK      4,0G  3,8G   0 100% /tmp
..

Jika masalah tersebut yang muncul, solusinya adalah:

  1. menghapus file session atau file-file yang tidak diperlukan dari /tmp
  2. memperbesar ukuran /usr/tmpDISK dengan membuat device loopback baru dengan ukuran lebih besar

Cara membuat loopback device untuk /tmp adalah sebagai berikut:

  1. Buat file dengan ukuran lebih besar, misalnya 16G
    $ dd if=/dev/zero of=/usr/tmpDISK2 bs=1M count=16K
  2. Format file tersebut dengan ext2/ext3
    $ mkfs.ext3 -i 1024 -b 1024 -F -v /usr/tmpDISK2
  3. Mount sebagai /tmp
    $ mount /usr/tmpDISK2 -t ext3 -o loop

    Opsi mounting lain yang bisa ditambahkan adalah nosuid,nodev,noexec

  4. Tambahkan baris berikut ke /etc/fstab agar disk termount otomatis saat booting
    $ echo '/usr/tmpDISK2 /tmp ext3 defaults,loop,noauto,nosuid,nodev,noexec 0 0' >> /etc/fstab